Pendahuluan
Kitab 2 Tawarikh adalah lanjutan dari 1 Tawarikh dan berfokus pada sejarah Kerajaan Yehuda, mulai dari pemerintahan Raja Salomo hingga pembuangan ke Babel. Kitab ini menawarkan perspektif rohani dan sejarah pada masa raja-raja Israel, dan banyak dari mereka memperlihatkan karakter dan peristiwa yang berhubungan dengan kedatangan Yesus.
Bagian I: Masa Pemerintahan Raja Salomo

Membangun Bait Suci
Salomo adalah raja yang membangun Bait Suci di Yerusalem. “Maka Salomo mulailah membangun rumah TUHAN di Yerusalem, di gunung Moria, yang telah dinyatakan kepada Daud, ayahnya, di tempat yang disediakan oleh Daud, yaitu di tempat pengirikan Ornan, orang Yebus itu” (2 Tawarikh 3:1). sebuah pola yang luar biasa tepat untuk pembaruan spiritual pribadi juga tertuang dalam kitab 2 Tawarikh 7:14
Korelasi dengan Kedatangan Yesus
Bait Suci yang dibangun oleh Salomo adalah lambang dari apa yang akan dilakukan oleh Yesus. Yesus membangun “Bait Suci” rohani yang terdiri dari mereka yang percaya kepada-Nya. Selain itu, Yesus sendiri disebut sebagai Bait Suci (Yohanes 2:19-21).
Kebijaksanaan Salomo
Salomo dikenal karena kebijaksanaannya, termasuk penyelesaian konflik antara dua wanita mengenai bayi. Keputusannya diakui sebagai tanda kebijaksanaan yang luar biasa.
Bagian II: Raja-raja Baik dan Buruk

Asa, Raja yang Saleh
Asa adalah salah satu raja paling saleh dalam sejarah Yehuda. Ia membersihkan tanah dari berhala-berhala dan memperbarui perjanjian dengan Tuhan. “Ketika Asa mendengar perkataan ini dan nubuat dari Azarya bin Oded, nabi itu, ia menjadi kuat dan membuang segala dewa-dewa yang keji dari seluruh tanah Yehuda dan Benyamin dan dari kota-kota yang telah direbutnya di pegunungan Efraim…” (2 Tawarikh 15:8).
Korelasi dengan Kedatangan Yesus
Asa mengingatkan kita pada bagaimana Yesus membersihkan Bait Allah dari para pedagang dan penukar uang. Seperti Asa, Yesus juga mendesak umat-Nya untuk kembali kepada kesalehan dan penyerahan yang tulus kepada Tuhan.
Ahaz dan Ahab, Raja-raja yang Menyimpang
Ada beberapa raja seperti Ahaz dan Ahab yang memilih untuk berpaling dari Tuhan dan menyembah berhala, yang mengakibatkan kemunduran rohani dan fisik bagi kerajaan.
Bagian III: Pembuangan dan Penutupan

Pembuangan ke Babel
Akhir dari 2 Tawarikh mencakup periode suram ketika Bait Suci dihancurkan dan orang-orang Yehuda dibuang ke Babel. “Maka datanglah ke Yerusalem Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal raja Babel, dan membakar rumah TUHAN, istana raja dan semua rumah di Yerusalem; semua rumah besar dibakarnya.” (2 Tawarikh 36:19). Ada sebuah timbal balik dari setiap perbuatan yang kita lakukan, apabila kita menanam baik maka timbal balik yang positif akan kita dapat juga sebaliknya, apabila kita selalu melakukan yang buruk akan ada hukum dari tindakan kita
Korelasi dengan Kedatangan Yesus
Meskipun suram, pembuangan ini menandai sebuah kebutuhan akan penyelamat atau Mesias, yang nantinya akan terpenuhi dalam diri Yesus.
Kesimpulan
Kitab 2 Tawarikh menghadirkan sejumlah peristiwa dan karakter yang secara signifikan merujuk atau menyinggung tentang kedatangan Yesus. Entah itu melalui Bait Suci, kebijaksanaan Salomo, atau bahkan pembuangan ke Babel, kita bisa melihat bagaimana sejarah Israel dan Yehuda menjadi landasan untuk peristiwa-peristiwa yang akan datang, khususnya kedatangan Yesus sebagai Mesias yang menuntun umat manusia kembali kepada hubungan yang benar dengan Tuhan.

