Pendahuluan
Kitab Maleakhi adalah kitab terakhir dari Perjanjian Lama, yang menutup periode nubuat sebelum datangnya zaman Perjanjian Baru. Dalam kitab ini, Tuhan berbicara kepada bangsa Israel melalui nabi Maleakhi mengenai dosa-dosa mereka dan janji pemulihan masa depan.
Bagian I: Teguran dan Pengajaran

Kasih Tuhan bagi Israel
Maleakhi memulai dengan mengungkapkan kasih Tuhan kepada bangsa Israel dan membandingkannya dengan Edom, yang telah dihancurkan.
“Aku telah mengasihi kamu, firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami? Bukankah Esau saudara Yakub? demikianlah firman TUHAN; tetapi Aku mengasihi Yakub,” (Maleakhi 1:2)
Teguran atas Tindakan Imam
Imam-imam dikritik karena memberikan persembahan yang cacat kepada Tuhan dan karena gagal dalam tugas mereka untuk mengajari hukum dengan benar.
“Jikalau seorang memberikan persembahan yang cacat, yaitu yang buta atau cacat atau sakit, bukankah itulah kejahatan? Cobalah persembahkan itu kepada pegawaimu! Apakah ia berkenan menerimanya atau memandang kamu dengan baik?” (Maleakhi 1:8)
Bagian II: Persoalan Moral dan Janji

Menikahi Dewi-Dewi Asing dan Menolak Pasangan
Tuhan menegur bangsa Israel karena mereka telah menikah dengan wanita asing yang menyembah berhala dan karena mereka telah tidak setia kepada pasangan mereka.
“TUHAN menjadi saksi antara engkau dan isteri mudamu, padahal engkau telah tidak setia kepadanya, sekalipun ia adalah temanmu dan isterimu menurut perjanjian.” (Maleakhi 2:14)
Hari Kehancuran Bagi Orang Jahat
Sebuah hari yang mengerikan telah dijanjikan bagi mereka yang jahat, tetapi bagi mereka yang takwa, matahari kebenaran akan terbit dengan kesembuhan.
“Sebab sesungguhnya hari itu datang, membakar seperti dapur peleburan; semua orang sombong dan setiap orang yang melakukan kejahatan akan menjadi jerami, dan hari yang akan datang itu akan memakan mereka habis-habis, firman TUHAN semesta alam, sehingga tidak ditinggalkannya kepada mereka akar atau cabang.” (Maleakhi 4:1)
Bagian III: Harapan Mesias

Janji Tentang Elia
Sebelum hari besar dan mengerikan dari Tuhan, Elia akan datang untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan.
“Ingatlah akan hukum Taurat Musa, hamba-Ku, yang Kuperintahkan kepadanya di Horeb untuk seluruh Israel, yakni ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan. Lihat, Aku akan menyuruh nabi Elia datang kepadamu, sebelum datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu.” (Maleakhi 4:4-5)
Korelasi dengan Kedatangan Yesus

Yohanes Pembaptis sebagai “Elia”
Yohanes Pembaptis, yang datang sebelum Yesus, sering kali dilihat sebagai pemenuhan dari nubuat Maleakhi tentang kedatangan Elia. Yohanes mempersiapkan jalan bagi Yesus dan menyerukan pertobatan.
“Sebab inilah yang tertulis oleh nabi Yesaya: “Suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan bagi Tuhan, luruskanlah jalan-Nya bagi-Nya!” (Matius 3:3)
Kesimpulan
Kitab Maleakhi memberikan kita gambaran tentang keadaan rohaniah bangsa Israel menjelang kedatangan Mesias. Meskipun ada banyak teguran, Tuhan tetap setia kepada janji-Nya dan menjanjikan pemulihan dan keselamatan melalui kedatangan Mesias. Nubuat-nubuat di kitab ini menemukan pemenuhan dalam kehidupan dan pelayanan Yesus, menegaskan kembali kasih dan kesetiaan Tuhan kepada umat-Nya.

